Hari Ini Timnas Lawan Kuwait di Piala Asia

Sumber : wartakota
KUWAIT, TIMNAS -- Kesebelasan Indonesia yang akan dijamu tuan rumah Kuwait pada lanjutan babak kualifikasi Piala Asia 2011 di Stadion Al Kuwait Sports Club, Kuwait City, Sabtu (14/11), hanya menargetkan hasil imbang alias membawa pulang satu poin ke Tanah Air.

"Kami harus realistis. Perjuangan kami sangat berat saat dijamu Kuwait. Minimal kami harus bermain imbang," ujar Andi Darussalam Tabusalla dari Kuwait City kemarin.

Menurut Andi, target imbang sudah sangat maksimal untuk Charis Yulianto dkk mengingat Kuwait bukan tim sembarangan. "Kuwait salah satu kekuatan sepak bola Asia, untuk itu kami realistis. Bisa bermain imbang sudah sebuah prestasi yang membanggakan," tuturnya.

Walau hanya ditargetkan satu poin, bukan berarti pemain Merah Putih harus bermain setengah hati. Kata Andi, pemainnya tetap harus bermain maksimal agar bisa mencuri kemenangan. "Memang target hanya imbang, tetapi jika ada kesempatan mengungguli Kuwait, itu lebih bagus lagi," ujarnya.

Pelatih Benny Dolo sudah menyiapkan skema permainan bertahan. Pelatih tambun itu bakal memainkan formasi 4-5-1. "Kemungkinan besar Benny akan mematok Bambang Pamungkas sendirian di depan. Benny akan mengandalkan serangan balik setelah menunggu para pemain Kuwait masuk di pertahanan kita," ujar Andi.

Posisi sayap kiri dan kanan kemungkinan besar diisi TA Mushafry dan Boaz Solossa. Namun, sampai kini kondisi Solossa masih mengkhawatirkan. Walau sudah dimainkan pada duel melawan klub setempat, Al Salmiya, cedera hamstring saat membela Persipura belum pulih 100 persen.

Posisi lini belakang diisi oleh Ismed Sofyan, Charis Yulianto, Maman Abdurrahman, dan Isnan Ali. Sedangkan Ricardo Salampessy ditinggal di Jakarta karena harus menjalani proses pemulihan cedera otot kaki. Lalu, posisi penjaga gawang kembali dipercayakan kepada Markus Horison.

Pada kesempatan terpisah, Chandra Solechan, Asisten Manajer Tim Indonesia, mengatakan, timnya mengalami sedikit kendala dengan bola yang akan digunakan pada duel itu. Jika selama ini pemain Indonesia sudah akrab dengan kulit bundar merek Nike, kali ini mereka dipaksa memainkan bola merek Adidas yang dinilai lebih berat dari Nike.

"Parahnya, sampai saat ini tuan rumah belum memberikan kami contoh bola yang akan digunakan pada pertandingan nanti. Padahal, pemain butuh adaptasi karena mereka selama ini terbiasa dengan bola yang lebih ringan," ujar Chandra melalui pesan pendek telepon seluler (SMS). (mer)
Views:267 x
Komentar Terakhir


Beri Komentar

Nama Pengirim
Alamat Email
Isi Komentar

BERITA LAINNYA


Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort